Senin, 08 November 2010

Perbandingan Antara Paru – paru Perokok & Bukan Perokok

Rokok memang berbahaya bagi tubuh, selain bisa menyebabkan kanker (pokoknya liat aja bungkus rokok, disitu ada semua bahayanya), rokok juga ternyata punya efek yang sangat mengerikan pada paru-paru
Berikut adalah gambar perbandingan antar paru-paru bukan perokok dan paru-paru perokok :


Rokok Bisa Membunuh Jantung Perokok Aktif Dan Perokok Pasif Dengan Berbagai Racun Berbahaya

semakin banyaknya pasien jantung yang disebabkan karena kebiasaan merokok dan perokok pasif. Dijelaskan oleh pakar kesehatan bahwa pembunuh no 11 adalah penyakit jantung sekarang merupakn pembunuh no 1. Bukan hanya itu bila zaman dulu penyakit jantung hanya diderita setelah usia 50th sekarang usia penderita semakin muda, pasien berusia 40 bahkan 20an sudah banyak yang terserang.
Perokok mendapat risiko 2 kali lipat mengidap penyakit jantung bahkan mendadak 2-4 kali lipat daripada yang tidak merokok.




Apakah anda tidak merasa bersalah saat menghembuskan asap rokok di tempat umum?

Pasalnya asap rokok yang anda hembuskan untuk menyenangkan diri sendiri itu beresiko membuat orang lain terkena penyakit jantung koroner dan MATI MENDADAK. Dari 53.000 pasien yang terkena pengaruh buruk asap rokok, alias perokok pasif, sekitar 37.000 (70%) menderita penyakit jantung koroner. Artinya mereka sakit dari “kesenangan” anda.
Asap rokok mengandung lebih 4000 unsur dari pembakaran tidak sempurna daun tembakau. Beberapa unsur tersebut mempunyai hubungan dengan gangguan kesehatan misalnya:
- Tar
- Nikotin
- Benzene
- KarbonMonoksida (CO)
Tar adalah getah tembakau yang berwarna coklat, dapat mengiritasi saluran pernapasan yang dapat menyebabkan penyakit jantung, bronkitis, kanker nasofaring dan kanker paru-paru.
Nikotin selain mempengaruhi denyut jantung juga berpengaruh pada pembuluh darah.
Serta CO gas yang lebih kuat mengikat hemoglobin (sel darah merah) daripada oksigen. Bila terus terjadi maka menyebabkan sel tubuh kekurangan oksigen dan penyempitan pembuluh darah, karena tubuh berusaha menyeimbangkan kondisi tersebut. Bila CO lebih besar dari Hb dapat menyebabkan kematian otot-otot jantung.
Jika otot jantung mati otomatis sudah dipastikan fungsi jantung sebagai pompa darah beserta zat makan ke seluruh tubuh dari ujung rambut sampe ujung kaki akan terganggu. Kondisi ini dikenal dengan “serangan jantung akut”.
GAMBAR TAMBAHAN :



MEGAMIND 3D



Usaha DreamWorks untuk mencuri perhatian para pecinta film animasi (baca: pecinta film-film produksi Pixar) saat ini sepertinya sedang berada di jalur yang tepat. Setelah sebelumnya merilis How to Train Your Dragon di awal tahun yang berhasil mendapatkan pengakuan luas dari para kritikus film dunia, DreamWorks kembali merilis Megamind, yang seperti film-film mereka sebelumnya diisi oleh jajaran nama-nama besar sebagai pengisi suaranya.

Disutradarai oleh Tom McGrath (Madagascar, 2005), secara naskah cerita, Megamind bukanlah sebuah film yang menawarkan sesuatu yang baru. Naskahnya yang berfokus pada kehidupan seorang penjahat besar yang secara perlahan mampu merasakan dunia kebaikan sudah cukup sering diangkat di Hollywood – mulai Dr. Evil dari franchise Austin Powers hingga film animasi Despicable Me yang dirilis beberapa bulan lalu. Kisah kehidupan para pejuang pembela kebenaran berkekuatan super juga seperti mengambil ide film The Incredibles (2004) milik Pixar. Walau begitu, Megamind tidak sepenuhnya dapat dipandang sebelah mata. DreamWorks sepertinya telah berhasil mendaur ulang berbagai formula lama tersebut untuk kemudian mengolahnya menjadi sebuah formula yang cukup berhasil dalam menghibur penontonnya.

Komedian Will Ferrell memberikan suaranya sebagai karakter utama film ini, Megamind – seorang alien berkepala besar dan berwarna biru. Seperti halnya Superman yang dikirim ke Bumi ketika planet asalnya, Krypton, sedang menghadapi masalah besar, Megamind juga mengalami hal yang sama ketika kedua orangtuanya memutuskan untuk mengirimkannya ke Bumi. Di saat yang sama, seorang anak alien lainnya – yang nantinya akan dinamakan Metro Man (Brad Pitt) – juga dikirimkan kedua orangtuanya menuju Bumi. Perbedaan nasib memberikan pengaruh besar pada kepribadian keduanya. Metro Man yang kemudian dirawat oleh pasangan kaya di Bumi berubah menjadi seorang sosok pahlawan super yang dikagumi. Sementara Megamind, well… semua orang tahu pengaruh apa yang terjadi ketika seorang anak jatuh ke tangan sekelompok tahanan penjara yang kemudian memutuskan untuk merawatnya. Perlahan, Metro Man menjadi sosok musuh abadi bagi Megamind.

Lelah terus menerus mengalami kekalahan, Megamind kemudian merencanakan sebuah rencana besar untuk menyingkirkan Metro Man. Dengan memanfaatkan kekasih Metro Man, reporter bernama Roxanne Ritchie (Tina Fey), Megamind berhasil menarik perhatian Metro Man yang tentu saja langsung berusaha untuk menyelamatkan Roxanne. Secara mengejutkan, rencana yang awalnya diperkirakan hanyalah sebagai sebuah rencana lain Megamind yang gagal, ternyata berujung pada keberhasilan. Lewat sebuah ledakan, Megamind berhasil memusnahkan Metro Man. Kemenangan yang manis pada awalnya, namun lama-kelamaan membuat Megamind jengah karena sekarang tidak ada satu pun orang yang mampu melawannya. Hal yang kemudian membuat Megamind mulai berpaling ke sisi kehidupan yang lebih cerah.

Naskah yang seringkali terasa sebagai sebuah susunan cerita yang menggabungkan berbagai kisah cerita yang telah ada sebelumnya dengan sangat baik kemudian diolah dengan bantuan dialog-dialog pintar dan sangat menghibur di sepanjang film. Sama seperti The Incredibles, Megamind juga menyimpan beberapa adegan action yang cukup berhasil dan beberapa plot kejutan yang harus diakui semakin menambah daya tarik film ini. Perpaduan yang tepat antara komedi, action serta beberapa bumbu kisah romansa yang cukup menyentuh inilah yang berhasil menutupi kelemahan naskah cerita yang dirasakan kurang inovatif tersebut.

Secara teknikal, Megamind juga berhasil memberikan tampilan animasi yang cukup memikat. Adegan-adegan action yang dipenuhi ledakan divisualisasikan dengan sangat baik, sama baiknya dengan tampilan berbagai adegan yang mampu terasa hidup. Ditampilkan dalam teknologi 3D – sebuah kata yang lebih banyak memberikan trauma akhir-akhir ini – beberapa bagian film ini bahkan berhasil menjadi lebih baik.

Walau begitu, tidak akan ada yang menyangkal bahwa jajaran pengisi suara film ini adalah kekuatan yang paling utama dari Megamind. Nama-nama seperti Will Ferrell, Tina Fey, Jonah Hill, Brad Pitt dan David Cross berhasil memberikan kekuatan kepada masing-masing karakternya. Lewat peran para pengisi suara inilah setiap dialog lucu yang dilontarkan oleh setiap karakter menjadi lebih hidup. Chemistry yang sangat pas juga dapat dirasakan dari setiap suara-suara tersebut dan menghasilkan hubungan yang erat antara satu karakter dengan karakter lainnya.

Megamind mungkin bukanlah sebuah film animasi dengan ide terbrilian untuk tahun ini. Rangkaian ceritanya seringkali terasa sebagai sebuah rangkuman film yang telah banyak diceritakan oleh Hollywood. Untungnya kelemahan ini berhasil tertutupi dengan baik oleh daya tarik para pengisi suaranya yang sangat mampu menghidupkan setiap karakter yang ada di film ini. Dialog-dialog yang tersusun dengan pintar dan terasa sangat segar juga berhasil menjadi poin keunggulan tersendiri bagi Megamind. Ditambah dengan tampilan visual yang cukup memikat – dan terlihat cukup menarik dalam format 3D, Megamind adalah sebuah film animasi yang menarik, segar dan sangat menghibur.

Jenis Film : Animation
Produser : Lara Breay, Denise Nolan Cascino
Produksi : Dreamworks Animation
Homepage : http://www.megamind.com/
Durasi : 90

Cast & Crew
Pemain : Will Ferrell
Tina Fey
Justin Long
Jonah Hill
David Cross
Brad Pitt
Sutradara : Tom Mcgrath
Penulis : Alan J. Schoolcraft
Brent Simons

Review
Good Point

- Naskah yang seringkali terasa sebagai sebuah susunan cerita yang menggabungkan berbagai kisah cerita yang telah ada sebelumnya dengan sangat baik kemudian diolah dengan bantuan dialog-dialog pintar dan sangat menghibur di sepanjang film.
- Secara teknikal, Megamind juga berhasil memberikan tampilan animasi yang cukup memikat. Adegan-adegan action yang dipenuhi ledakan divisualisasikan dengan sangat baik, sama baiknya dengan tampilan berbagai adegan yang mampu terasa hidup.
- Nama-nama seperti Will Ferrell, Tina Fey, Jonah Hill, Brad Pitt dan David Cross berhasil memberikan kekuatan kepada masing-masing karakternya.


Bad Point

- Disutradarai oleh Tom McGrath (Madagascar, 2005), secara naskah cerita, Megamind bukanlah sebuah film yang menawarkan sesuatu yang baru.

Sumber : http://www.21cineplex.com/megamind-mega,...

Minggu, 07 November 2010

ASAL USUL KATA GAUL

Bahasa Gaul atau Bahasa Prokem terus berkembang dari masa ke masa. Ada sebagian kata yang diperkenalkan sejak tahun 1970an dan hingga kini masih sering dipakai. Namun tidak sedikit kata-kata itu sudah tidak dikenal lagi dan berganti dengan istilah lain yang lebih “funky”. Kata-kata tersebut biasanya merupakan bahasa daerah yang dipelintir atau dipelesetkan artinya. Ada juga kata yang posisi konsonan dan vokalnya diubah sedemikian rupa, menimbulkan bunyi baru yang cukup unik dan lucu kalo didengar.
1. ALAY :
Singkatan dari Anak Layangan, yaitu orang-orang kampung yang bergaya norak. Alay sering diidentikkan dengan hal-hal yang norak dan narsis.
2. KOOL :
Sekilas cara membacanya sama dengan “cool” (keren), padahal kata ini merupakan singkatan dari KOalitas Orang Lowclass, yang artinya mirip dengan Alay.
3. LEBAY :
Merupakan hiperbol dan singkatan dari kata “berlebihan”. Kata ini populer di tahun 2006an. Kalo tidak salah Ruben Onsu atau Olga yang mempopulerkan kata ini di berbagai kesempatan di acara-acara di televisi yg mereka bawakan, dan biasanya digunakan untuk “mencela” orang yang berpenampilan norak.
4. JAYUS :
Saya tadinya mengira kata ini merupakan singkatan, namun setelah saya telusuri, ternyata bukan. Arti sebenarnya adalah lawakan atau tingkah laku yang maunya melucu tapi tidak lucu.
Istilah Jayus populer di tahun 90an dan masih sesekali digunakan di masa kini. Dari cerita mulut ke mulut, konon ada seorang anak di daerah Kemang bernama Herman Setiabudhi yang kerap dipanggil Jayus oleh teman2nya. Jayus sendiri adalah nama ayah dari Herman (lengkapnya Jayus Kelana) yang seorang elukis di kawasan Blok M. Herman alias Jayus terkenal sebagai anak yang sering melawak tapi lawakannya kerap kali tidak lucu.
5. GARING :
Kata ini merupakan kata dari bahasa Sunda yang berarti “tidak lucu”. Awalnya kata-kata ini hanya digunakan di Jawa Barat saja. Namun karena banyaknya mahasiswa luar pulau yang kuliah di Jawa Barat (Bandung) lalu kembali ke kota kelahiran mereka, kata ini kemudian dipakai mereka dalam beberapa kesempatan. Karena seringnya digunakan dalam pembicaraan, akhirnya kata ini pun menjadi populer di beberapa kota besar di luar Jawa Barat.
6. GANDENG :
Kata ini pun merupakan kata dari bahasa Sunda yang berarti “berisik”. Sama seperti garing, kata ini dibawa dan dipakai oleh para mahasiswa luar Jawa Barat yang sempat kuliah di tanah Parahyangan itu, yang pada akhirnya membuat kata ini menjadi terkenal dan beberapa kesempatan dipakai.
7. BEGICHU / BEGICYU :
Biasanya kata ini disebutkan dengan penekanan di bagian belakang (yaitu memonyongkan bibir). Kata ini sendiri digunakan secara tidak sengaja oleh seorang anak kecil bernama Saipuddin, 3 tahun, asal Madura. Kata ini kemudian banyak dipopulerkan oleh artis. Salah satunya adalah Titi DJ.
8. MENEKETEHE :
Kata ini sebenarnya berasal dari kata “Mana Kutahu” dan diplesetkan oleh Tora Sudiro sekitar awal tahun 2000an, di acara Extravaganza TransTV. Istilah itu cukup populer dan saat ini cukup sering digunakan orang.
9. CING :
Saya mensinyalir kata ini sudah sering digunakan sejak tahun 1970an. Hal ini saya ketahui saat menonton film Si Pitung Banteng Betawi yang dibintangi oleh (alm) Dicky Zulkarnaen. Belakangan, di tahun 90an, kata ini mulai sering digunakan orang lagi, terutama setelah sering digunakan Debby Sahertian di sitkom Lenong Rumpi. Kata “cing” biasa digunakan sebagai sapaan untuk teman dekat. Misalnya, “Mau ke mana, Cing?”
10. EMBER :
Kata ini merupakan plesetan dari kata “Memang Begitu”. Pertama kali dipopulerkan oleh Titi DJ yang secara tidak sengaja menyebut kata ini saat menjawab pertanyaan orang. Sejak itu, kata ini sering digunakan di berbagai kesempatan.
11. YIUK….!! :
Kata yang merupakan bentuk ajakan ini dipopulerkan oleh Hennyta Tarigan dan Rina Gunawan (anggota grup GSP). Kata ini sempat populer di awal tahun 90an dan sering digunakan oleh Lenong Rumpi. Di awal tahun 2000an, kata ini kembali populer sejak digunakan oleh Indra Birowo dan Tora Sudiro di acara Exravaganza. Karena sering digunakan saat mereka berperan sebagai bencong, maka kata ini identik dengan panggilan kaum waria / bencong.
12. BONYOK :
Kata ini merupakan singkatan dari Bokap-Nyokap (orang tua). Tidak jelas siapa yang mempopulerkan kata ini, tapi kata ini mulai sering digunakan diperiode awal 2000an, ketika bahasa sms mulai populer di kalangan remaja.
Bokap (Ayah) dan Nyokap (Ibu) sendiri merupakan istilah yang telah populer sejak tahun 80an dan masih digunakan hingga hari ini.
13. BISPAK :
Merupakan singkatan dari kata “Bisa Pakai”. Kata ini mulai populer di pertengahan 90an, dan biasanya digunakan sebagai kode rahasia untuk menyebutkan wanita / pria yang bisa “dipakai” (baca : ditiduri), tapi mereka sendiri tidak mau disebut PSK (Pekerja Seks Komersial), karena seringkali mereka melakukan hal itu “just for fun”.Tidak jelas siapa yang mempopulerkan kata ini tapi dari penelusuran saya, kata ini sudah akrab dan sering digunakan oleh para Eksmud (Eksekutif Muda) Jakarta sekitar tahun 96an.
14. AKIKA :
Merupakan sandi untuk mengatakan “Saya”. Kata ini pertama kali dipopulerkan oleh kaum waria di tahun 90an, yang dibakukan oleh Debby Sahertian dalam buku Kamus Gaul yang dibuatnya.
15. SUTRALAH :
Merupakan pemanjangan dan plesetan dari kata “Sudahlah”. Kata ini juga dipopulerkan oleh kaum waria dan mulai populer di tahun 90an akhir.
16. SEMOK :
Berasal dari bahasa Jawa yang berarti “Montok”. Kata ini belakangan sering digunakan orang untuk menggambarkan wanita yang cantik dan seksi.
17. LOL :
Kata ini belakangan ini sering dipakai, terutama dalam komunikasi chatting, baik di YM, FB, Twitter, atau pun komunitas yang lain. Kata itu merupakan singkatan dari Laugh Out Loud yang berarti “Tertawa Terbahak-bahak”.
18. CENGLI :
Merupakan kata dari bahasa Hokkian yang berarti “Bertindak Adil”. Kata ini memang lazim digunakan oleh masyarakat perantauan Tionghua dari suku Hokkia. Karena sering digunakan dalam percakapan bisnis, maka lama-kelamaan menjadi kata umum yang digunakan dalam kegiatan sehari2.
19. WIL dan PIL :
Merupakan singkatan dari Wanita Idaman Lain dan Pria Idaman Lain. Tidak jelas siapa yang mempopulerkan istilah ini, namun saya menemukan kata-kata ini sering digunakan dalam penulisan di majalah2 di era awal 2000an. Kedua kata itu biasa digunakan untuk menjelaskan wanita atau pria simpanan / selingkuhan.
20. AJIB :
Artinya Enak, Asyik, atau Klabing. Kata ini mulai populer di tahun 90an tatkala musik trance dan narkoba jenis shabu2 baru mulai populer. Kata ini biasanya digunakan oleh para penikmat kedua hal itu. Istilah ini diambil dari suara hentakan tempo musik trance yang kalo didengar dengar teliti memang terdengar seperti “Ajib, ajib…. ajib, ajib….”.
21. ANJELO :
Merupakan singkatan dari Antar Jemput Lonte. Dari informasi yang saya peroleh, kata ini pertama kali digunakan sekitar tahun 2000an di daerah sekitar Bogor untuk menyebut Tukang Ojek yang menjadi langganan para penjaja cinta di sana.
22. JABLAY :
Kata ini dipopulerkan oleh Titi Kamal saat menyanyikan lagu berjudul sama dalam film Mendadak Dangdut (2006).Merupakan singkatan Jarang Dibelai yang mengandung arti lebih jauh sebagai ungkapan hati seorang wanita yang jarang mendapatkan belaian kasih sayang kekasihnya.
23. GETHO LOH..:
Kata ini berarti “Demikian / Begitu”, yang merupakan penekanan dari sebuah penjelasan yang disampaikan oleh sang pembicara. Kata ini cukup terkenal di tahun 2007, karena sering digunakan oleh para penyiar radio (terutama radio anak muda) setiap kali selesai menjelaskan sesuatu. Kata ini makin populer manakala sering digunakan dalam berbagai percakapan yang bernada jenaka (sekaligus norak) di berbagai acara televisi.
24. BELAH DUREN :
Berasal dari istilah yang digunakan dalam lagu dangdut berjudul sama yang dinyanyikan oleh Julia Perez, kata “Belah Duren” merupakan istilah yang ditujukan buat para pengantin muda yang menikmati malam pertama. Belakangan kata ini mengandung makna ajakan untuk melakukan ML (Making love).
25. SECARA :
Kata ini sebenarnya adalah bahasa Indonesia, yang bermakna “Adalah”. Namun kata ini menjadi populer di tahun 2006an di kalangan siswa-siswi SMU yang menggunakan kata ini sebagai kata ganti “Karena / Soalnya”. Sesekali pula digunakan sebagai sisipan tanpa makna (hanya sebagai penekanan pada kalimat yang mereka katakan). Contoh pemakaiannya :
a. Gua gak bisa ke rumah lo neh hari ini, secara bokap gue lagi sakit.
b. Ya… gimana dong? Secara gue ini kan gaul…
26. SEGEDE GAMBRENG :
Kata “gambreng” berasal dari suitan anak-anak (hompimpah alaihum gambreng), yang menunjukkan siapa yang menang dalam suitan tersebut. Belakangan, sekitar tahun 2007an, kata ini digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang besar sekali (dan sulit diungkapkan dengan kata-kata).
27. SEGEDE GOBLOK :
Mirip dengan ungkapan “Segede Gambreng”, kata “Segede Goblok” menunjukkan sesuatu yang besarnya luar biasa dan – sakin besarnya – jadi ga masuk akal. Gak jelas siapa yg mempopulerkan kata ini, tapi diduga kata ini pernah diucapkan oleh beberapa MC di televisi (entah Indra Bekti, Iva Gunawan, atau Ruben Onsu)
28. JUTEK :
Berasal dari kata yang sering digunakan oleh para PSK di awal tahun 2000an untuk menggambarkan pria yang sombong dan jarang tersenyum. Kata ini akhirnya menjadi kata umum yang digunakan untuk melukiskan orang yang menyebalkan, judes, galak, emosian, dan sombong.
29. BT / BETE :
Merupakan singkatan dari Boring Total. Tadinya orang menduga kata ini dipopulerkan oleh Dwiq saat merilis lagu “Bete” sekitar tahun 2008. Padahal kata ini sudah lama digunakan oleh para mahasiswa yang bosan dengan program perkuliahan mereka. Kata ini mulai populer dan digunakan di awal tahun 2000an.
30. KAMSUD :
Merupakan pembalikan konsonan kata “Maksud”. Kata ini mulai populer, terutama di kalangan para cewek di ruang chatting dunia maya.
31. KATROK :
Orang kampung / orang desa. Kata ini dipopulerkan oleh Tukul Arwana saat membawakan acara Empat Mata sekitar tahun 2007an (kini berubah menjadi acara Bukan Empat Mata). Kata ini kemudian menjadi bahasa umum untuk menggambarkan orang yang kampungan / norak banget.
32. PRIKITIU :
Adalah celutukan yang ditujukan pada pasangan yang tertangkap basah melakukan perselingkuhan. Adalah Sule, seorang komedian lokal, yang melontarkan celutukan nakal yang kini menjadi bahasa pergaulan itu.
33. CUMI :
Merupakan singkatan yang mengandung banyak arti (tergantung CUMI yang dipakai adalah singkatan dari apa). Awalnya kata ini dipopulerkan oleh sebuah produk kartu telpon seluler di tahun 2008an, yang akhirnya berkembang menjadi bahasa gaul anak-anak remaja untuk menjelaskan kondisinya saat ini, seperti CUma MIkir, CUma MIScal, CUma MIrip, CUma MInjam, CUkup MIris, dan lain-lain.
34. KRIK :
Adalah suara jankrik. Istilah ini biasaya digunakan dalam pembicaraan di dunia maya, untuk menggambarkan kondisi yang sangat garing / tidak lucu. Kata ini berasal dari adegan film-film kartun yang sering menampilkan suasana hening – dengan latar belakang suara jengkrik – mana kala seseorang bercanda namun tidak lucu. Pemakaiannya cukup sederhana, yaitu saat menanggapi komentar / ucapan seseorang, penulis tinggal menulis kata “Krik” berulang-ulang, menandakan bahwa penulis menganggap ucapan orang itu gak lucu banget.
35. GAYUS :
Merupakan sebutan sindiran untuk orang yang gila uang dan berusaha mendapatkan uang dengan berbagai cara yang tidak halal. Ungkapan ini populer di awal tahun 2010 setelah seorang pejabat pajak negara bernama Gayus diciduk polisi lantaran ketahuan menilap uang negara sebesar Rp 67 milyar.
36. MOGE :
Awalnya kata ini merupakan singkatan dari Motor Gede dan dipopulerkan oleh kelompok penyuka motor gede tahun 2008 silam. Namun belakangan, kata itu diplesetkan banyak orang menjadi Motor Gelo yang ditujukan pada orang-orag norak yang suka bikin rusuh, mau menang sendiri, dan bikin muak banyak orang.
37. NI YEE... :
Merupakan ungkapan yang dipopuerkan oleh pelawak (alm) Diran di tahn 1985an, yang kemudian sering digunakan oleh para artis seperti Euis Darliah dan Jaja Miharja. Kata ini sempat populer kembali sekitar medio 1990-1999. Saat ini masih dipakai, walau tidak seintens dulu.
38. BONEK :
Singkatan dari kata Bondo Nekat yang berarti orang nekat yang gak bermodal apapun selain kemauan. Kata ini dipopulerkan oleh suporter Tim Sepakbola Persebaya – Surabaya di tahun 90an dan menjadi sebutan “kebanggaan” mereka. Saat ini, kata ini juga digunakan untuk orang-orang nekat yang gak kenal rasa takut.
39. GUE :
Adalah bahasa “resmi” yang kini banyak digunakan oleh kebanyakan orang (terutama orang dari Suku Betawi) untuk menyebut “Saya / Aku”. Kata ini merupakan bahasa Betawi yang telah digunakan secara luas, jauh sebelum bahasa prokem dikenal orang.
40. LO / LU :
Sama seperti “Gue” kata ini pun sudah digunakan digunakan oleh Suku Betawi sejak bertahun-tahun lalu dan menjadi kata untuk menyebut “Anda / Kamu”.

Sumber : http://koranbaru.com

Sabtu, 06 November 2010

Menberi Tanpa Pamrih

Salah satu pesona Rasulallah dan para sahabat yang banyak menyedot simpatik banyak masyarakat adalah sifat memberi tanpa pamrih. Tak ada yang menggerakan kebiasaan memberi terhadap sesama kecuali karena allah. Maka apapun reaksi orang yang mendapat pemberiannya, tidak menjadi masalah. Karena mereka bukan mengharapkan imbalan dari manusia atau si penerima, melainkan hanya terhadap Allah – yang imbalan-nya sungguh tak terperikan.

Seperti nabi, pemberian seorang mukmin terhadap sesamanya juga seyogianya didasarkan atas ketakwaan dan bukan kerena ada kepentingan tertentu. Misalnya, karena si fulan ada kroninya ataw simpatisannya, maka ia lebih berhak menerima pemberian. Bukan! Bukan member sesuatu kepada orang yang tidak pernah memberi pada kita dinilai sebagai akhlak yang paling utama. Dan Uqbah bin amir al-jahnyra, iaa bertutur, “Rasulullah berkata kepadaku, ‘wahai Uqbah, maukah kamu akhlak yang paling utama bagi penghuni dunia dan akhirat? [yaitu] engkau menyambung (silahturahmi) dengan orang yang memutuskanmu, member kepada orang yang tidak pernah memberimu, dan memaafkan orang yang menzalimimu’.” (HR Hakim).

Jadi bantuan seorang muslim bagi sesamanya tidak saja berisi pengorbanan dan perjuangan karena telah menyingkirkan supermasi egonya, tapi juga sepi dari target-target tertentu. Biasanya, pemberian yang seperti itu lah yang bisa langgeng dan si penerimanya pun akan menerimaanya dengan lapang dadacsehingga do’a dan pujian untuk si pemberi pun akan terluncur dengan sendirinya, tulus, dan tanpa harus diminta.

Sayang, pemberian model nabi dan para sahabat kini nyaris punah dari sekeliling kita sehingga jasa baik terhadap orang lain dianggapnya sebagai pemberian hutang yang harus dibayar dan segalanya serba dikomersialkan. Yang lebih menyedihkan lagi, pemberian seperti itu yang mewarnai sistem kehidupan kita sehingga begitu target dan ambisinya sudah terpenuhi, maka pemberian bagi sesama pun tidak lagi dilakukan.

Bila demikian yang terjadi, rupanya kita ini jauh sekali dengan prilakunya Abu Bakar. Sebelum menjadi khalifah, dia suka membantu memerah memeah susu dikampung yang banyak ditinggal pergi kaum laki-lakinya. Ketika beliau diangkat menjadi khalifah, salah satu wanita dari kampung tersebut berkata “kini ia tidak akan memeah susu lagi.” Ketika ucapan itu sampai ke telinga Abu Bakar, ia pun berkata, “tidak! Saya berharap, apa yang saya alami kint tidak membuatku berubah dari apa yang telah aku lakukan.”

Minggu, 31 Oktober 2010

PERUBAHAN KATA-KATA BAKU TERBARU



Akhir-akhir ini, saya membaca sebuah surat kabar saya banyak sekali menemukan kata-kata baku baru seperti MEMENGARUHI, MEMESONA, MEMERHATIKAN, MEMERKOSA, MEMERCAYAI, MENGONSUMSI, MEMOPULERKAN.... Lalu, ada model lebih baru lagi: MEMERBESAR, MEMERSATUKAN, MEMERBOLEHKAN....

Intinya, prefiks gabungan MEMPER +.... diluluhkan menjadi MEMER +….

Keberanekaragaman bahasa di Indonesia sangat kompleks konteksnya, perubahan perubaha mulai dari penulisan hingga pelapalan pengucapan dalam kehidupan sehari hari dapat berkembang dalam kehidupan bermasyarakat, konteks perubahan itu sesuai dengan perkembangan pada konteks sehari hari dari masyarakat itu sendiri yang kebanyakan secara tidak langsung mengubah kaidah susunan dari kalimat atau sebuah kata menjadi berbeda dengan penulisan yang sudah ada dan yang sudah dipatenkan. Sebaliknya, bahasa bisa tetap terjaga kebakuannya jika masyarakat bahasa tersebut tetap memperhatikan kaidah-kaidah baku bahasa tersebut. Bahkan para pemakai bahasa dapat memperkaya kosakata bahasanya.
Jika kita berbicara masalah baku dan tidak baku dalam bahasa Indonesia, tentunya hal tersebut ada kaitannya dengan standarisasi bahasa Indonesia. Standarisasi bahasa dapat dilakukan terhadap ejaan, ucapan atau lafal, perbendaharaan kata, istilah, dan tata bahasa.
Perkembangan bahasa Indonesia begitu pesat sehingga hal itu menyebabkan masyarakat pemakai bahasa Indonesia kadang-kadang mengabaikan kaidah-kaidah bahasa Indonesia. Sebagai contoh, pemakai bahasa Indonesia, seperti wartawan kadang-kadang tidak memedulikan kaidah k, p, t, s dalam menuangkan tulisannya di media-media cetak. Banyak ditemukan ketidakseragaman dalam penulisan setiap kata yang dimulai dengan fonem p baik yang bersuku kata dua maupun tiga jika diberi awalan me(N)- atau meng- (beserta variasi imbuhannya) fonem pertamanya ada yang melebur/luluh (sesuai dengan kaidah bahsa Indonesia) ada juga yang tidak melebur. Ketidakseragaman tersebut tampak dalam media cetak: surat kabar, tabloid, dan majalah.
Contohnya, mengapa kata pengaruh, social, peduli, perkosa, popular, komunikasi, pesona, perhati, jika diberi awalan me(N)-, me(N)-kan, me(N)-iatau meng-,
ada yang melebur/luluh menjadi

Contohnya adalah sebagai berikut :
Mempengaruhi -> memengaruhi,
Mensosialkan -> menyosialkan,
Mempedulikan -> memedulikan,
Memperkosa -> memerkosa,
Mempopulerkan -> memopulerkan,
Mengkomunikasikan -> mengomunikasikan,
Mempesona -> memesona,
Memperhatikan -> memerhatikan
Mempunyaii -> memunyai
Mengkonsumsi -> mengonsumsi
Mengkaji -> mengaji (Alquran)
Memperhatikan -> memperhatikan


Berdasarkan kenyataan tersebut, tampak jelas bahwa wartawan/pemakai bahsa Indonesia lebih menaati kaidah k, p, t, s untuk setiap kata yang berkuku kata dua dibandingkan dengan bersuku kata tiga atau lebih. Tampaknya kita sulit membuat aturan baru, yakni kaidah k, p, t, s hanya berlaku untuk setiap kata yang bersuku kata dua. Hal itu disebabkan oleh kita sudah terlanjur menggunakan kata menyelimuti, menyelenggarakan, menyesuaikan, menyetrika, memeriksa, menyelinap, menyunting. Dalam hal ini, perlu ada standarisasi yang jelas untuk kaidah k, p, t, s.

Sehubungan dengan hal terebut, pantas saja sejumlah mahasiswa mengelar aksi unjuk rasa dengan memegang sebuah poster bertuliskan “Aku cinta bahasa Indonesia” di sekitar Bundaran HI Jakarta beberapa waktu lalu. Karena tanpa ada standarisasi bahasa Indonesia yang baik dan benar, justru hal itu membuat pengimbuhan kata Indonesia dan kata serapan menjadi tidak seragam dan gamang. Akibatnya, hal itu bisa membingungkan masyarakat pemakai bahasa Indonesia.

Jadi, siapkah kita berpegang pada standarisasi untuk fonem k, p, t, s. Hal itu tampaknya bergantung pada kesiapan dan kedisiplinan masyarakat pemakai bahasa dalam menaati kaidah-kaidah yang sudah ada.

sumber :
http://hurek.blogspot.com/2007/05/mempengaruhi-memengaruhi-memperbesar.html

Kamis, 07 Oktober 2010

POLICE ROBOT

POLICE ROBOT



Sebenarnya police di Indonesia sudah sangat baik untuk mengungkap kejahatan-kejahatan yang ada di negeri ini, seperti penangkapan komplotan teroris, komplotan perampok bersenjata dan banyak lg kejahatan yg telah di bongkar oleh police di Indonesia.
Tetapi sering kita dengar banyak sekali polisi yang telah tewas dalam mengungkapkan kejahatan, para komplotan-komplotan penjahat bersenjata dalam melakukan kejahatannya tidak segan-segan untuk membunuh para polisi banggaan kita itu. Tidak kah kita berfikir bagaimana para keluarga yang ditinggalkan?. Anak-anak mereka yang menjadi yatim dan para istri yang menjadi janda, sedangkan bapaknya yang menjadi polisi, ia adalah sebagai pencari nafkah untuk keluarganya. Kalau ia telah tewas dalam menjalankan tugas, bagaimana keadaan keluarga yang ditinggalkan?, siapa yang mencari nafkah untuk keluarga?, bagaimana nasib para anak-anak yg telah ditinggalkan bapaknya yang telah tewas dalam tugas?, akan kah mereka bisa melanjutkan pendidikannya, sedangkan bapak yang ditinggalkan telah tiada?. Sangat miris sekali kalau dengar kisah seperti itu.
Mendengar kisah seperti itu, seberapa berat tugas seorang polisi dalam menjalankan tugasnya tersebut. masih banyak kah para polisi di negeri ini yang tewas dalam tugasnya, trus bagaimana dengan keluarga yang ditinggalkan. Mungkin itu sudah tugas mereka dalam menjalankan tugasnya, sampai mereka rela mengorbankan nyawa mereka dan rela mengorbankan keluarga mereka.
Mungkin ini hanya keinginan Muhammad Fahrizal yang sering di sapa Rizal, seorang mahasiswa Universitas Gunadarma jurusan Sistem Informasi. Mungkin iaa berandai-andai, seandainya saja di Indonesia ada Police Robot, yang bisa mengungkap kejahatan di negeri kita ini. Mungkin seperti Robocop yang pernah kita lihat di televisi. Mungkin itu sebagai alternative supaya tidak ada lagi polisi-polisi yang tewas dalam mengungkap kejahatan.
Kalau ada police robot, mungkin kita lebih mudah untuk mengungkap kejahatan dan tidak pandang bulu. Police robot itu dilengkapi dengan persenjataan lengkap dan memiliki sensor wajah, mungkin kalu ada seorang buronan teroris, cukup kita mengakses pada police robot raut wajah pelaku buronan teroris, dan dengan memiliki keahlian sensor wajah. Sehingga gampang untuk menangkap para buronan teroris.
Dan banyak sekali keuntungan apabila kita menggunakan jasa police robot, mungkin bisa untuk menjinakan bom, untuk perang, untuk menangkap para komplot-komplotan pencuri bersenjata. Dan kita tidak dengar lagi banyak orang yang tewas dalam menjalankan tugasnya sebagai polisi. Sehingga kita tidak dengar lagi kantor polisi yang diserang oleh komplotan-komplotan bersenjata, dan mungkin membuat para penjahat jera, hingga membuat Indonesia bersih akan kejahatan.
Tapi dari kelebihan di atas mungkin ada juga kekurangan dari police robot yaitu mereka itu terbuat dari program-program yang dimasukan programmer di dalam data base, dan hampir sama seperti computer, mereka juga bisa terkena virus atau kerusakan program. Mungkin masalah itu masih bisa kita perbaiki. Seandainya saja police robot benar-benar ada di Negara kita ini, mungkin Negara kita menjadi Negara nomer wahid dalam masalah pertahanan Negara, kita berdo’a saja supaya pemerintah bisa membuat police robot, memang memerlukan biaya yang cukup mahal, tapi uang bukan lah segalanya yang penting Negara kita ini aman dan para rakyat-rakyatnya bisa tenang, tidak lagi ada kejahatan-kejahatan di Negara Repoblik Indonesia ini.

TERLAMBAT

TERLAMBAT

Sesuatu hari Pak Budi seorang tetangga saya sedang memotong cabang pohon di kebunnya. Ketika ia sedang menggergaji lewatlah seorang lelaki di jalan. Lelaki itu berhenti dan berkata, “Maaf, saya mengganggu. Jika bapak terus menggergaji cabang seperti itu. Bapak pasti jatuh”.

Orang itu mengatakan demikian karena Pak Budi ketika itu duduk di cabang pohon. Dan memotong cabang itu di tempat antara dirinya dan batang pohon.

Pak Budi diam saja. Ia berfikir bahwa orang itu bodoh dan tidak pernah bekerja. Kerjanya hanya berbicara tentang apa yang harus dikerjakan oleh orang dan apa yang tidak seharusnya dikerjakan orang.

Beberapa menit orang itu lewat, pak budi benar-benar jatuh bersama cabang pohon itu yang ia potong.

“Oh tuhan,” serunya. “ternyata orang itu tahu apa yang akan terjadi”.